Memuat halaman PDAMCore.
Bagaimana digitalisasi PDAM menghubungkan sambungan, baca meter, tarif, billing, pembayaran, piutang, jurnal, laporan, dan audit trail.
Digitalisasi PDAM tidak cukup dengan memindahkan form kertas ke layar. Nilai utamanya muncul ketika data dari satu proses menjadi dasar proses berikutnya, mulai dari pelanggan, baca meter, DRD, kasir, piutang, kas/bank, jurnal, sampai laporan keuangan.
Fondasi digitalisasi adalah data pelanggan dan sambungan langganan. Nomor pelanggan, meter, alamat, zona tarif, status layanan, dan riwayat perubahan harus menjadi master data yang stabil.
Jika data pelanggan tidak rapi, baca meter, billing, kasir, piutang, dan laporan akan ikut terganggu.
Pencatatan meter harus menangkap stand sebelumnya, stand sekarang, konsumsi, tanggal baca, petugas, dan anomali. Pemakaian yang terlalu tinggi, terlalu rendah, negatif, atau nol perlu ditandai sebelum masuk billing.
Koreksi baca meter juga perlu workflow. Bacaan asli tidak seharusnya hilang begitu saja. Sistem perlu menyimpan alasan, pemohon, penyetuju, dan bacaan pengganti.
Setelah konsumsi valid, billing menghitung tagihan berdasarkan tarif yang berlaku. Tarif perlu versioned, sehingga tagihan periode lama tetap dapat dijelaskan.
Kasir kemudian menerima pembayaran. Status invoice berubah menjadi partial atau paid sesuai alokasi pembayaran. Jika ada overpay, nilai tersebut perlu tercatat dengan benar.
Pada tahap ini, digitalisasi mulai berdampak langsung ke kontrol pendapatan karena DRD, pelunasan, dan piutang membaca sumber transaksi yang sama.
Transaksi operasional perlu menghasilkan dampak akuntansi. Invoice membentuk piutang dan pendapatan. Pembayaran membentuk kas/bank dan mengurangi piutang. Koreksi memakai dokumen koreksi atau reversal.
Dengan posted ledger, PDAM dapat menyusun laporan operasional dan laporan SAK EP dengan lebih tertib.
Digitalisasi yang matang juga memantau siapa melakukan perubahan, kapan, dan dampaknya ke transaksi. Koreksi, void, reversal, login, perubahan master tarif, dan posting jurnal perlu masuk audit trail.
Website marketing juga perlu dipantau. Trafik halaman, klik demo, klik WhatsApp, pengiriman form, dan pembacaan artikel membantu tim melihat materi mana yang paling menarik bagi calon pengguna.
Digitalisasi yang benar bukan sekadar banyak menu. Digitalisasi yang benar adalah alur data yang konsisten, role yang jelas, audit trail yang rapi, laporan yang bisa ditelusuri sampai transaksi sumber, dan pemantauan trafik untuk mengukur minat calon pengguna.
Billing terintegrasi membantu PDAM menjaga konsistensi pelanggan, SL, meter, tarif, DRD, pembayaran, piutang, jurnal, dan laporan manajemen.
Baca artikelJejak audit, SoD, period lock, reversal, dan hash-chain membuat aktivitas penting lebih mudah ditelusuri saat pengawasan internal.
Baca artikelBilling, kasir, dan akuntansi perlu berada dalam alur data yang sama agar piutang, kas/bank, GL, dan laporan SAK EP mudah diverifikasi.
Baca artikelTim PDAMCore dapat menyesuaikan demo dengan alur pelanggan, meter, billing, kasir, piutang, akuntansi, laporan, dan audit trail PDAM Anda.