Memuat halaman PDAMCore.
Penjelasan hubungan DRD, penerimaan kasir, settlement, piutang, kas/bank, jurnal, buku besar, dan laporan pada PDAM.
Billing, kasir, dan akuntansi adalah satu rantai kontrol pendapatan. Billing menghasilkan invoice dan piutang. Kasir menerima pembayaran dan mengurangi piutang. Akuntansi mencatat dampaknya ke kas/bank, jurnal, buku besar, dan laporan.
Jika tiga area ini tidak terhubung, PDAM akan menghabiskan banyak waktu untuk menjelaskan selisih.
Ketika invoice diterbitkan, sistem seharusnya membentuk dasar piutang. Pada alur yang lebih kuat, invoice memiliki referensi pelanggan, sambungan, periode, tarif, komponen rekening, total, status, dan sumber jurnal.
Piutang bukan angka rekap manual. Piutang adalah konsekuensi dari invoice yang sudah diterbitkan dan belum dibayar.
Kasir menerima pembayaran atas invoice tertentu. Pembayaran bisa penuh, sebagian, atau lebih bayar. Sistem perlu mengalokasikan nilai yang diterima ke tagihan yang benar dan mencatat overpay sebagai deposit bila diperlukan.
Settlement yang baik harus idempoten. Artinya, request pembayaran yang sama tidak boleh menghasilkan transaksi ganda. Ini penting untuk kasir loket, QRIS, virtual account, PPOB, maupun portal pelanggan.
Kasir yang baik tidak hanya mencetak struk. Kasir harus memperbarui status invoice, membentuk dasar rekonsiliasi kas/bank, dan menyediakan referensi yang dapat dibaca akuntansi.
Setelah pembayaran valid, dampak akuntansinya perlu jelas. Pola sederhana untuk pembayaran tagihan air adalah:
Untuk invoice yang diterbitkan, pola umumnya:
Dengan pola ini, laporan kasir, piutang, dan buku besar memiliki hubungan yang dapat ditelusuri.
Penerimaan pelanggan harus cocok dengan rekap kasir, settlement kanal pembayaran, mutasi bank, dan jurnal. Jika kas/bank berjalan terpisah, keuangan tetap harus mencocokkan ulang angka yang sebenarnya sudah tersedia dari transaksi sumber.
Integrasi billing, kasir, dan akuntansi mempercepat rekonsiliasi karena setiap angka punya referensi: invoice, receipt, kanal pembayaran, akun kas/bank, dan jurnal.
Laporan keuangan yang baik tidak boleh hanya berasal dari rekap spreadsheet. Ia perlu dibangun dari posted ledger dan transaksi sumber yang jelas. Ketika billing, kasir, dan akuntansi terhubung, angka DRD, piutang, penerimaan, kas/bank, dan GL lebih mudah direkonsiliasi.
Hubungan ini juga membantu PDAM mempercepat tutup periode, menyusun laporan SAK EP, dan menjawab pertanyaan auditor.
Billing terintegrasi membantu PDAM menjaga konsistensi pelanggan, SL, meter, tarif, DRD, pembayaran, piutang, jurnal, dan laporan manajemen.
Baca artikelJejak audit, SoD, period lock, reversal, dan hash-chain membuat aktivitas penting lebih mudah ditelusuri saat pengawasan internal.
Baca artikelDigitalisasi yang benar bukan hanya input data, tetapi membangun alur kerja terpadu dari operasi sampai laporan SAK EP dan audit trail.
Baca artikelTim PDAMCore dapat menyesuaikan demo dengan alur pelanggan, meter, billing, kasir, piutang, akuntansi, laporan, dan audit trail PDAM Anda.